Pada hari Jumat, 3 Oktober 2025 delapan (8) lansia dan umat yang sedang sakit dari Lingkungan St. Benedictus dan St. Skolastika menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Sakramen diberikan dalam sebuah ibadat yang khusyuk dan penuh makna. Perayaan yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB ini diselenggarakan di kediaman keluarga Hartono dan dipersembahkan langsung oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Ibadat ini tidak hanya menjadi wujud perhatian Gereja terhadap umatnya yang berusia lanjut dan sedang berjuang melawan sakit, tetapi juga menjadi momen penting bagi para lansia untuk menguatkan iman dan batin. Momen sakral dan penuh kedamaian, tanpa terasa menghadirkan suasana haru dan khidmat di pagi itu. Para lansia, yang didampingi oleh keluarga dan perwakilan lingkungan, berkumpul dalam satu ruangan.

Romo Dadang memulai ibadat dengan sapaan penuh kasih, menciptakan atmosfer yang nyaman dan menenangkan bagi semua umat yang hadir. Setelah pembacaan Injil dan homili singkat, Romo Dadang mengurapi dahi dan tangan para lansia dengan minyak suci, sambil mengucapkan doa. Kedelapan penerima Sakramen, yaitu Bapak Hartono, Ibu Anton, Ibu Tukirah, Ibu Tarti, serta Eyang Narto (kakung dan putri) dan Eyang Darmono (kakung dan putri). Mereka tampak khusyuk dan penuh penghayatan dalam mengikuti rangkaian ibadat.

Menurut ajaran Gereja Katolik, sakramen Pengurapan Orang Sakit ini memberikan rahmat khusus dari Roh Kudus yang dapat menguatkan, memberikan kedamaian, dan keberanian untuk menanggung penderitaan. Sakramen Pengurapan ini bukanlah “sakramen terakhir” yang identik dengan kematian, melainkan sakramen yang bertujuan memberikan kekuatan bagi mereka yang sedang menderita penyakit atau usia lanjut. Pengakuan Dosa untuk Pemurnian Batin Ibadat dilanjutkan dengan Sakramen Pengakuan Dosa, memberikan kesempatan bagi para lansia untuk membersihkan hati dan batin mereka. Dengan pengakuan dosa, mereka menerima pengampunan atas dosa-dosa yang mungkin telah diperbuat, mempersiapkan diri secara rohani untuk menghadapi tantangan usia dan penyakit yang diderita. Setelah Pengakuan Dosa, suasana sukacita dan kelegaan terpancar dari wajah para lansia. Mereka tidak hanya menerima anugerah penguatan secara jasmani dan rohani, tetapi juga merasakan kehangatan kasih dari komunitas Gereja yang hadir dengan setia mendampingi mereka.

Bentuk Kepedulian Lingkungan melalui kegiatan ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan dan kepedulian yang terjalin di Lingkungan St. Benedictus dan St. Skolastika. Para pengurus dan umat lingkungan secara gotong royong mempersiapkan segala kebutuhan untuk ibadat ini, membuktikan bahwa Gereja hadir tidak hanya di gedung-gedung besar, tetapi juga di tengah-tengah keluarga yang membutuhkan. Momen ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kepedulian terhadap para lansia dan mereka yang sakit adalah salah satu wujud nyata dari iman. Doa dan dukungan dari komunitas menjadi penopang yang sangat berharga bagi mereka yang sedang dalam kondisi rapuh secara fisik. Semoga kita selalu menjadi kepanjangan tangan dari Cinta Kasih Allah terhadap sesama yang membutuhkan.
Catatan: Tulisan dan foto dikirim oleh FX Wisnu Krisdianto



