410 St. Bernadetta Temanggal I: Memule Hari ke-7

Ibadat peringatan arwah merupakan salah satu ungkapan iman Gereja Katolik dalam memberikan penghormatan kepada umat yang telah berpulang sekaligus memanjatkan doa agar almarhum memperoleh belas kasih dan pengampunan dari Tuhan. Melalui doa-doa yang dipanjatkan bersama, umat memohon agar jiwa almarhum berkenan diterima dalam kehidupan kekal dan bersatu dengan Allah di surga.

Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, ibadat peringatan tujuh hari wafatnya Ignatius Suparmin Mardi Harsono dilaksanakan di kediaman keluarga Anastasia Sulami. Ibadat tersebut dipimpin oleh Antonius Margiyo selaku prodiakon dan dihadiri oleh keluarga serta 64 umat yang datang untuk mengenang dan mendoakan almarhum. Dalam renungan disampaikan bahwa doa pada hari ketujuh setelah kematian menjadi kesempatan bagi umat untuk menyerahkan jiwa almarhum sepenuhnya ke dalam kerahiman Tuhan, seraya memohon agar ia dianugerahi kedamaian dan kehidupan kekal di hadirat-Nya.

Renungan juga mengingatkan bahwa orang-orang yang kita kasihi yang telah meninggal tidak pernah benar-benar hilang dari kehidupan kita. Mereka tetap hidup dalam kasih dan kenangan yang tersimpan di dalam hati. Walaupun tidak lagi dapat kita lihat secara nyata, kehadiran mereka tetap dapat kita rasakan melalui doa, kenangan, dan kasih yang pernah mereka bagikan. Oleh karena itu, umat diajak untuk senantiasa mendoakan saudara-saudari yang telah berpulang, agar mereka memperoleh kebahagiaan abadi bersama Tuhan di surga, sekaligus menguatkan iman keluarga yang ditinggalkan untuk tetap berharap pada kasih Allah yang setia.

Catatan : Tulisan dan foto dirim oleh Suryani Oktarina

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *