Pada hari Kamis tanggal 27 November 2025 memasuki Masa Adven Pertama. Umat Lingkungan St Yusup Wilayah St. Petrus Kanisius Kalasan Tengah mengadakan Sarasehan di rumah Yohanes Lilik Mujiono. Sarasehan dimulai pukul 19.00 WIB dipandu oleh Elfrida Ratna Bintarti. Untuk lagu pembukaan dari Madah Bakti no. 214 Bahagia Manusia dan lagu penutup dari Madah Bakti no. 215 Cahaya Hidupku dipimpin oleh Maria Budi Triyatini.

Dua puluh tiga (23) umat hadir dalam pertemuan adven pertama ini. Saresehan dibagi dalam empat kelompok, untuk anak-anak ada satu kelompok. Pada Adven Pertama sebagai Minggu Harapan dengan tema Menantikan Kristus Dalam Kebahagiaan Iman. Iman yang berarti tidak hanya pertobatan tetapi juga berarti harapan. Hal ini mengingatkan kita agar selalu mempunyai harapan dalam kehidupan. Pengharapan yang penuh sukacita dan keyakinan teguh akan Kristus. Sukacita Injil memenuhi hati dan hidup semua orang yang bertemu dengan Yesus Kristus. Sarasehan dibuka dengan doa dan pemandu mengajak umat berdinamika sederhana dengan menulis pada selembar kertas momen kebahagiaan dalam hidup. Bisa berupa kebahagiaan pada hari ini atau dalam minggu ini. Setelah itu umat bergabung dalam kelompok untuk sharing. Momen-momen sederhana yang membuat bersyukur adalah: 1. diberikan kesehatan sehingga bisa mengikuti misa harian; 2. membantu sesama yang sedang mengalami musibah; 3.Berbagi hasil panen dengan tetangga dekat; 4. diberikan kelancaran dalam proses belajar. Langkah yang dilakukan untuk memperkuat hubungan dengan Kristus adalah: 1.Mengikuti doa lingkungan dan doa pribadi; 2.Terlibat dalam kegiatan di lingkungan (kerja bakti di gereja dan latihan koor). Hal yang bisa dilakukan untuk berbagi sukacita iman adalah berbagi rejeki, membantu pekerjaan orang tua dalam rumah tangga (menyapu, mencuci piring sendiri setelah makan). Pada pertemuan yang pertama renungan bacaan Kitab Suci diambil dari Matius 24: 36-44. Perikop tersebut mengajarkan kita untuk senantiasa waspada dan siap menghadapi kedatangan Tuhan. Kita diingatkan untuk tidak terjebak dalam rutinitas sehari-hari sehingga mengabaikan apa yang paling penting, yaitu hubungan kita dengan Tuhan dan persiapan untuk hari yang akan datang.

Pada akhir sarasehan pemandu memberikan kesempatan kepada dua anak yaitu Gizella dan Yuna untuk membacakan hasil tulisan tentang kebahagiaan yang dibagikan pada awal sarasehan. Dilanjutkan dengan doa spontan oleh umat dan doa Bapa Kami serta doa penutup dari buku panduan. Akhirnya saresehan selesai pada pk 20.00 WIB. Sebelum pulang umat yang hadir menikmati teh hangat dan snack yang telah disiapkan keluarga Yohanes Lilik Mujiono sebagai wujud syukur dengan berbagi rejeki.
Catatan: Tulisan dan foto dikirim oleh Ratna Bintarti.



