0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Doa Memule 40 Hari Ibu Theresia Mujilah

Dalam tradisi umat Katolik di Jawa, memule merupakan peringatan orang yang sudah meninggal dunia. Doa memule biasa dilakukan oleh umat Katolik untuk memperingati 7 hari, 40 hari, 100 hari, satu tahun, 2 tahun, dan puncaknya pada peringatan tiga tahun atau peringatan seribu hari. Bahkan tidak jarang yang tetap melaksanakan doa memule hingga 8 tahun atau 10 tahun, tergantung kesepakatan keluarga yang ditinggalkan.

Pada hari Sabtu tanggal 4 Oktober tahun 2025 pukul 19.00 WIB keluarga bersama umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir melaksanakan doa memule untuk memperingati 40 hari Ibu Theresia Mujilah berpulang. Enam puluh lima (65) umat lingkungan, termasuk tamu undangan dari berbagai lingkungan di Wilayah Berbah hadir ikut mendukung dalam doa bagi jiwa almarhumah. Rangkaian doa memule diawali dengan ibadat sabda yang dipimpin oleh Theresia Yuliastutie. Dalam homili, dengan mengambil inspirasi dari Injil Yohanes 6: 1-30, Yuliastutie mengatakan bahwa masing-masing dari kita berharga di mata Tuhan. Mau berada di mana pun, kita tetap berharga. Tugas kita adalah bagaimana yang berharga di mata Tuhan ini juga bermakna bagi sesama. Sebagaimana almarhum Ibu Theresia Mujilah semasa hidupnya, telah bermakna bagi lingkungan dengan kesetiaannya mengikuti berbagai kegiatan lingkungan dan ketekunannya dalam berdoa. Selanjutnya dirangkai dengan doa rosario bagi jiwa-jiwa di api penyucian yang didaraskan bersama dengan khusyuk dan khidmat.

Rangkaian doa memule di hari yang ke empatpuluh Ibu Theresia Mujilah berpulang diakhiri pada pukul 20.30 WIB. Anak-anak almarhum yang menyempatkan pulang nguntapke tamu yang hadir untuk pamit pulang. Semua tamu pulang membawa berkat dan kegembiraan atas kebersamaan seluruh umat yang berkumpul dalam iman.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *