Doa rutin di lingkungan St Matius Cupuwatu diadakan setiap hari Rabu malam. Dalam doa tersebut selalu banyak umat lingkungan yang hadir karena merasakan kerinduan untuk bersekutu dalam doa dan juga kerinduan untuk berkumpul bersama saudara dalam satu iman. Begitu juga di Rabu kedua bulan April tepatnya tanggal 8 April 2026. Masih dalam suasana Paskah, umat lingkungan St Matius melakukan persekutuan doa.
Bertempat di pendopo rumah Paulus Wahyudi, doa bersama dimulai pukul 19.00 WIB. Sebelum dimulai, FX. Endy Subroto selaku ketua lingkungan memberikan info-info yang berkaitan dengan lingkungan. Setelahnya doa diawali dengan pujian bagi Tuhan. Semua umat bersama-sama menyanyikan lagu “Madah Paskah” yang diambil dari Madah Bakti dengan iringan gitar dari Emmanuel Wijoputro. Kemudian Nicolas Yulianto sebagai pemimpin doa di Rabu malam itu memberikan kata pengantar sebagai pembuka, dilanjutkan dengan “Saya Mengaku” sebagai pernyataan tobat dan kemudian doa pembuka ibadat didaraskan. Sebelum bacaan Injil, lagu “Kusiapkan Hatiku Tuhan” dinyanyikan supaya umat benar-benar siap untuk mendengarkan firman Tuhan dan bisa meresapkannya di dalam hati.

Bacaan Injil diambil dari Lukas 24:13-35 mengenai perjalanan dua orang murid yaitu Kleopas dan temannya ke Emaus. Dalam perjalanan tersebut, mereka bercakap-cakap tentang kejadian yang sudah terjadi. Mengenai Yesus yang akhirnya mati disalibkan. Nicolas Yulianto sebagai pemimpin doa, menegaskan bahwa kita harus selalu berjalan bersama Yesus, lebih peka, mendengarkan, membuka hati untuk mau menerima Yesus dalam hidup kita. Kita membutuhkan Yesus. Yesus selalu menyertai langkah kita setiap hari bahkan setiap saat di dalam hidup kita. Tinggal kita yang harus selalu membuka hati dan percaya kepada-Nya.
Selesai renungan, anak-anak PIA lingkungan St Matius menampilkan dua buah lagu yaitu “Jalan Serta Yesus” dan “Kumenang Kumenang” yang diselingi dengan puisi Paskah dari Daniela Thrones Averina. Anak-anak PIA menyanyikan puji-pujian dengan iringan gitar dari Philipus Pangestu. Kesepuluh anak PIA memuji Tuhan dengan sukacita dan penuh semangat. Setelah selesai renungan dan pujian lagu dari anak PIA, doa umat dipanjatkan yang dirangkai dengan doa Bapa Kami.

Untuk menutup kegiatan doa lingkungan di malam itu, Nicolas Yulianto mengajak 60 umat yang hadir untuk kembali menyiapkan hati karena akan menerima berkat dari Tuhan. Berkat penutup selesai dan persekutuan doa diakhiri dengan menyanyikan lagu pujian “Gereja Bagai Bahtera” yang diambil dari Madah Bakti. Lima puluh menit berlalu dan selesai sudah doa rutin lingkungan di Rabu malam itu. Pukul 20.00 WIB umat pulang dengan membawa berkat damai dan sukacita Paskah.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Damiana Wijosari Pusoko



