KALASAN – Suasana khidmat menyelimuti Paroki Maria Marganingsih Kalasan pada Sabtu malam (4/4/2026), saat 34 baptisan baru dan 4 warga yang diterima ke dalam Gereja Katolik resmi memulai peziarahan iman mereka. Upacara inisiasi ini dilaksanakan bertepatan dengan Liturgi Malam Paskah (Vigili Paskah) yang tersebar di dua lokasi, yakni Gereja Paroki Kalasan dan Gereja Stasi Maguwo.

Puncak Peziarahan Iman di Malam Cahaya
Sebanyak 38 orang menyatakan komitmen imannya untuk menjadi bagian dari keluarga besar Gereja Katolik. Di Gereja Maria Marganingsih Kalasan, upacara yang dimulai pukul 20.30 WIB dipimpin oleh Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. Di lokasi ini, terdapat 25 orang menerima sakramen baptis dan 4 orang diterima secara resmi ke dalam persekutuan Gereja Katolik.
Sementara itu, di Gereja Stasi Maria Bunda Allah Maguwo, upacara dimulai pukul 19.00 WIB suasana tak kalah haru terpancar saat 9 orang menerima sakramen baptis dalam perayaan yang dipimpin oleh Rm. FX Murdi Susanto, Pr.

Makna Kebangkitan Melalui Air Baptis
Dalam homilinya, para romo menekankan bahwa baptisan bukan sekadar ritual formalitas, melainkan simbol kebangkitan bersama Kristus. Air baptis yang dicurahkan menjadi tanda pembersihan diri dan awal hidup baru yang penuh harapan.

“Malam ini adalah malam kemenangan, bukan hanya bagi Kristus, tapi bagi saudara-saudara kita yang berani memilih jalan terang ini. Menjadi Katolik berarti siap menjadi saksi kasih di tengah masyarakat,” ungkap Rm. Dadang dalam pesan pastoralnya.
Kesaksian Haru: Perjalanan Menuju Pulang
Bagi para baptisan baru, malam tersebut merupakan akhir dari penantian panjang setelah menjalani masa katekumenat (pelajaran agama) selama berbulan-bulan.
Lukas Arjuna Surya Atmaja, salah satu baptisan baru di Gereja Kalasan, mengungkapkan rasa leganya setelah air baptis dicurahkan ke dahinya.

“Ada rasa damai yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Setelah belajar hampir satu tahun, malam ini saya merasa benar-benar ‘pulang’ dan diterima dalam keluarga besar Tuhan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Senada dengan Lukas, Veni Edlyandari, yang mengikuti upacara penerimaan ke dalam Gereja Katolik, merasa keputusannya adalah langkah terpenting dalam hidupnya.
“Proses pencarian spiritual saya bermuara di sini. Saya merasa dikuatkan oleh komunitas di paroki ini yang sangat merangkul dan tidak menghakimi,” tuturnya.
Kehangatan Umat dan Harapan Baru
Kehadiran 38 anggota baru ini disambut dengan sukacita oleh ribuan umat yang memadati di dua gereja. “terang Kristus yang di terima hari ini hendaknya terus menyala melalui kasih pengampunan dan kesaksian hidup sehari-hari”
Harapan, haru dan sukacita berpadu dalam perayaan iman. Vigili Paskah tahun ini menjadi kenangan yang tak terlupankan. Malam Ketika terang Kristus menyapa hati, dan kehidupan baru dimulai. dengan bertambahnya anggota, Paroki Maria Marganingsih Kalasan berharap semangat Paskah terus berkobar melalui keterlibatan aktif para baptisan baru dalam berbagai kegiatan lingkungan, wilayah dan paroki, membawa terang bagi sesama di wilayah Kalasan dan sekitarnya.




