KOMSOS-GMMK. Gereja Santo Yusup Juwangen, Kalasan Barat, pada Jumat, 16 Januari 2026, dipenuhi suasana hangat, tawa, dan semangat kebersamaan. Sejak pagi hari, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, seluruh tim pelayanan dalam bidang pewartaan dan evangelisasi Paroki Maria Marganingsih Kalasan berkumpul dalam kegiatan team building dengan tema “Menjadi Pewarta yang Bahagia, Inspiratif, dan Menyejahterakan.”

Kegiatan yang diawali pukul 08.30 dengan registrasi dan welcome snack menjadi ruang awal untuk saling menyapa dan mempererat keakraban antarpelayan. Tepat pukul 09.00, acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dewan Paroki, YB Soekartono. Lelaki yang dikenal tekun dalam kehidupan menggereja ini menegaskan pentingnya kebersamaan dan sinergi dalam pelayanan pewartaan. Pelayanan bukanlah tugas perorangan, melainkan karya bersama yang membutuhkan kekompakan dan semangat saling mendukung.
Sambutan dilanjutkan oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr, selaku Romo Paroki, yang mengajak peserta merefleksikan makna kebahagiaan sejati. Dalam arahannya, Romo menegaskan bahwa bahagia tidak semata-mata diukur dari aspek materiil, melainkan dari kecukupan hati. Seorang pewarta dipanggil untuk menghadirkan kebahagiaan yang lahir dari hati yang bersyukur dan rela melayani.

Romo juga menekankan bahwa menjadi inspiratif tidak hanya lewat kata-kata, tetapi terutama melalui tingkah laku dan kesaksian hidup sebagai pewarta dan pelayan, baik di dalam keluarga, masyarakat, maupun Gereja. Pewartaan yang sejati adalah pewartaan yang menggerakkan orang lain untuk bertindak dan mengalami perubahan hidup.
Memasuki sesi berikutnya, suasana semakin mencair melalui perkenalan dan ice breaking yang dipandu oleh fasilitator, A. Tri Broto “Cawu” Nugroho. Dengan pendekatan yang segar dan penuh humor, lelaki yang semasa mahasiswa di USD aktif pada kegiatan MAPASADHA mengajak peserta masuk dalam suasana yang menyenangkan dan terbuka. Tawa, canda, bahkan saling “tuding” dalam permainan edukatif semakin mempererat relasi dan membangun rasa kebersamaan.

Pada sesi utama pukul 10.00–12.00, peserta diajak mendalami tema menjadi pribadi yang positif, bahagia, inspiratif, dan teguh dalam pelayanan. Melalui refleksi dan dinamika kelompok, peserta diajak menyelami makna “pemimpin adalah pelayan” serta menyamakan pola pikir tentang pelayanan yang berakar pada hati dan berbuah bagi sesama.
Setelah istirahat dan makan siang, pemateri yang lebih dikenal dengan panggilan “Cawu” dan juga berprofesi sebagai guru di SMA Sanjaya Nanggulan ini melanjutkan presentasintasinya dengan sesi berpikir positif menuju sinergisme. Dengan semangat “Kita BISA”, “BISA_HARUS BISA_PASTI BISA” peserta diajak menyadari bahwa setiap pribadi memiliki peran penting dalam tim. Dengan satu semangat, satu tujuan, dan satu arah pelayanan, sinergi menjadi kekuatan utama dalam menjalani karya pewartaan.

Sesi terakhir menekankan pentingnya komunikasi antarpribadi dalam melayani. Tim yang solid lahir dari komunikasi yang sehat dan terbuka. Peserta diajak mengenali celah-celah komunikasi yang sering terjadi, sekaligus belajar bagaimana membangun komunikasi yang efektif dan membangun satu sama lain.
Kegiatan ditutup pada pukul 15.00 dengan rasa syukur dan harapan bersama. Team building ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kekompakan, menumbuhkan sinergi, serta meneguhkan semangat pelayanan agar seluruh tim bidang pewartaan Paroki Maria Marganingsih Kalasan dapat terus bergandengan tangan, saling mengisi, saling memampukan, dan melayani dengan hati yang bahagia, inspiratif dan menyejahterakan.

Melalui kebersamaan ini, para pewarta diteguhkan untuk terus menjadi saksi iman yang menghadirkan sukacita, inspirasi, dan kesejahteraan bagi sesama.
Catatan – Liputan oleh Ketua bidang pewarta, foto oleh Komsos GMMK



