KOMSOS-GMMK. Suasana Ruang Rapat Pastoran Paroki Maria Marganingsih pada Sabtu, 10 Januari 2026, terasa berbeda. Bukan karena AC-nya lebih dingin, tetapi karena energi kaum muda yang begitu HOT—Happy, Open, & Transformative. Pertemuan perdana Orang Muda Katolik (OMK) dari 14 wilayah ini menjadi penanda dimulainya periode pelayanan Bidang Pewartaan dan Evangelisasi 2026–2028.

Sebanyak 38 orang muda dan pendamping dewasa berkumpul untuk satu tujuan yakni memaknai arah Gereja dan menemukan peran orang muda di dalamnya. Bersama-sama mereka mengulik tagline ARDAS IX dalam konteks kehidupan orang muda masa kini, sekaligus menerjemahkan semangat OMK HOT ala Komkep Kevikepan Yogyakarta Timur—iman yang membahagiakan, terbuka, dan membawa perubahan.
Pertemuan ini bukan sekadar duduk, dengar, lalu pulang. Ruang rapat berubah menjadi ruang cerita dan kolaborasi. Tidak hanya dihadiri oleh TimPel PIOM, pertemuan ini juga melibatkan TimPel PIUD, PIR, Evangelisasi, dan Kerasulan Kitab Suci. Cerita-cerita kegiatan OMK dari berbagai wilayah mengalir, mulai dari kegiatan yang sudah berjalan dengan penuh semangat, hingga tantangan-tantangan nyata yang selama ini dihadapi. Menariknya, setiap tantangan tidak berhenti pada keluhan, tetapi diolah menjadi peluang dan strategi respon.

Sesi diskusi menjadi salah satu momen paling “menyala”. Agnes dari Wilayah St. Yusuf membagikan pengalaman pribadinya sebagai orang muda Katolik di sekolah. Selama tiga tahun di bangku SMP, ia merasa sendirian dan tidak punya teman. Namun semuanya berubah saat ia berani berdamai dengan identitasnya.
“Pada akhirnya saya pede dan tidak malu dengan identitas Katolik saya. Saya berdoa dan membuat tanda salib sebelum makan. Saya juga berteman dengan semua orang tanpa membedakan. Eh, malah sekarang saya punya banyak teman,” ujar Agnes yang langsung disambut anggukan dan senyum peserta lain.

Sementara itu, Hugo dari Wilayah Yohanes Paulus II mengaku mendapatkan perspektif baru.
“Saya senang karena baru tahu kalau ada ARDAS dan ternyata sudah sampai yang ke-9. Artinya Gereja punya arah yang panjang. Dan yang membuat saya kaget, orang muda ternyata menjadi perhatian Gereja,” ungkapnya jujur.
Di bagian akhir, Prima Adhi memaparkan arah dan rencana kerja TimPel PIOM sepanjang tahun 2026 sebagai terjemahan konkret dari semangat bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Beberapa program yang dirancang antara lain baseline research untuk membaca situasi dan kebutuhan OMK, pembentukan dan penguatan Magnis Nova Vocatio Youth, serta berbagai kegiatan reguler yang melibatkan orang muda secara aktif.

Antusiasme peserta terasa nyata. Diskusi tidak berhenti di ruangan, tetapi berlanjut dalam komitmen bersama untuk membangun mekanisme komunikasi dan koordinasi yang sehat. Ini menjadi sebuah langkah awal menuju kemitraan sejajar antara orang muda dan orang dewasa dalam kehidupan menggereja.
Pertemuan ini menegaskan satu hal bahwa orang muda bukan sekadar “masa depan Gereja”, tetapi Gereja hari ini. Dengan semangat OMK HOT, orang muda diajak untuk bahagia dalam iman, terbuka dalam perjumpaan, dan berani menjadi agen perubahan.
Orang Muda… Yes!
Orang Muda… Happy… Happy… Happy!



