Perayaan Minggu Palma – Dosa kita ditanggungNya

Perayaan Ekaristi Minggu Palma di gereja Maria Marganingsih Kalasan pada hari Minggu, 29 Maret 2026 pukul 08.00 dipimpin oleh Rm F.X Murdi Susanto, Pr. dan jumlah umat yang hadir tercatat mencapai 1.140 orang Perarakan sederhana dimulai dari ruang selasar dekat sekretariat paroki Kalasan menuju gereja sementara. Umat dengan antusias menyambut perarakan dengan turut melambaikan daun palma yang mereka bawa yang melambangkan suka cita.

Sebagaimana diketahui perayaan Minggu Palma mengandung makna yang mendalam bagi umat Katolik. Daun palma melambangkan kemenangan, namun juga mengingatkan bahwa jalan menuju kemenangan sejati tidak terlepas dari pengorbanan. Minggu Palma menjadi ajakan bagi umat untuk merenungkan sikap hidup yakni apakah kita sungguh menyambut Yesus dalam hati, atau justru mudah berpaling saat menghadapi kesulitan, seperti yang terjadi pada orang banyak pada masa itu.

Dalam kotbahnya, Romo yang lebih dikenal dengan panggilan Romo Murdi ini mengajak umat untuk mengenang dan menyanyikan lagu rohani anak “Aku Bangga Menjadi Anak Katolik”. Jika dikaitkan dengan kisah sengsara Tuhan Yesus, pertanyaan menarik selanjutnya yang dilontarkan oleh Romo Murdi adalah apa yang bisa dibanggakan dari sosok yang dihina, diolok-olok, dipermalukan dan disiksa sampai wafat di salib.

Kita bisa jadi merasa bangga karena Yesus banyak membuat begitu banyak mujizat, termasuk membangkitkan Lazarus dari kematian. Namun bila akhirnya Yesus disiksa dan mati di kayu salib, lalu pertanyaan yang kemudian sering muncul dalam pikiran kita adalah apa yang bisa dibanggakan dari sosok seperti Yesus ini.

Kematian Yesus sejatinya adalah wujud kesetiaanNya kepada kehendak Bapa di Surga untuk menyelamatkan umat manusia. Segala kesalahan dan kedosaan kita sejatinya ditanggung oleh Yesus melalui derita dan kematianNya. Inilah yang menjadi kebanggaan yang sejati.  Yesuslah yang menanggung dosa-sosa manusia.

Minggu Palma mengajak umat mengikuti teladan Yesus dalam kerendahan hati, kesetiaan, dan kasih, serta mempersiapkan diri memasuki misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya dengan hati yang suci. Kita mohon agar kita tetap setia dalam iman kita kepada Tuhan Yesus, juga pada saat kita mengalami banyak kesulitan-kesulitan hidup. Saliblah yang menyelamatkan karena kita setia kepada Tuhan dalam segala peristiwa hidup

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *