Perayaan Minggu Palma – Pergorbanan Demi Cinta dalam Diri Yesus

Perayaan Minggu Palma 29 Maret 2026 di gereja Maria Marganingsih Kalasan dilaksanakan pada pukul 05.30 dan dipimpin oleh Rm Romo Adrianus Maradiyo, Pr. Pada awal perayaan Minggu Palma, umat tampak dengan suka cita melambai-lambaikan daun palma dalam perarakan sederhana, diiringi lagu “Hormat Puji Bagimu”.  

Dalam kotbahnya Romo vikep Yogyakarta Timur ini mengawali kotbahnya dengan mengutip ungkapan dalam bahasa Jawa “Milik Ninggal Lali”. Artinya bila seseorang sudah memiliki, kemudian ia biasanya akan lupa. Seperti halnya seorang penguasa. Bila seorang penguasa memiliki kedudukan kemudian ia cenderung akan lupa dan enggan untuk turun tahta. Gambaran ini nampak dalam diri Ponsius Pilatus. Pilatus sudah dingatkan oleh istrinya agar tidak ikut campur dalam urusan orang benar yakni Yesus. Namun karena desakan keras dari orang-orang Yahudi dan karena dia ingin mempertahakan kedudukannya sebagai wali negeri maka dia kemudian memilih untuk cuci tangan. Sebagai wali negeri Pilatus sebenarnya mempunyai wewenang besar untuk membebaskan Yesus dari hukuman mati. Namun Ia justru memberikan kebebasan kepada orang banyak agar kedudukannya sebagai wali negeri tetap aman. Inilah “Milik nggendong lali”, artinya bila sudah mempunyai kekuasaan lalu lupa.

Ini sangat berbeda dengan sosok Yesus. Yesus tidak menunjukkan “Milik Nggendong lali”. Yesus adalah putra Allah, serupa dengan Allah. Namun Yesus tidak mengganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya dia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa sebagai hamba dan serupa dengan manusia .

Memasuki pekan suci, kita sejatinya mengenangkan soal pengorbanan yang didasari oleh cinta. Pengorbanan yang didasari oleh cinta inilah yang ditunjukkan oleh Yesus. Inilah mengapa Yesus rela diam ketika dihina. Yesus tetap tenang ketika dipaku di atas kayu salib. Yesus tidak “milik ngendong lali”. Yesus sungguh menyerahkan diriNya dengan menunjukkan ketaaanNya kepada kehendak Allah.

Semoga berkorban demi cinta tidak membuat kita lupa diri. Karena sejatinya pengobanan demi cinta sudah menjadi tugas panggilan kita semua. Semoga pekan suci yang diawal dengan perayaan Minggu Palma ini membantu kita untuk lebih mendalami arti cinta yang sesungguhnya yakni kerelaaan untuk berkorban bagi orang-orang yang kita cintai.

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *