Sukacita Penerimaan Sakramen Penguatan di Paroki Kalasan

Sabtu, 6 September 2025. Kemegahan Misa dengan lantunan musik gerejawi yang syahdu dan khusyuk menandai puncak dari sebuah perjalanan panjang. Sebanyak 288 krismawan dan krismawati, yang berasal dari seluruh wilayah Paroki Maria Marganingsih Kalasan, menerima Sakramen Penguatan yang menjadi penanda kepenuhan inisiasi Katolik mereka.

Perayaan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, yang menjadi selebran utama. Beliau didampingi oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. dan Romo Yohanes Ngatmo, Pr. Suasana gereja terasa hidup dan penuh sukacita, dengan umat yang memadati setiap sudut, baik di dalam maupun di luar gedung. Di balik kemeriahan dan kebahagiaan ini, terdapat sebuah proses persiapan yang terkadang luput dari perhatian, yaitu sebuah fondasi kokoh yang dibangun oleh dedikasi para katekis.

Peran Sentral Para Katekis: Bagaikan Petani yang Menabur Benih Iman

Para katekis adalah pilar-pilar tak terucap yang memungkinkan perayaan ini berjalan dengan sukses. Selama berbulan-bulan, mereka bagaikan petani yang tekun mengolah lahan dan menabur benih iman di hati para calon krismawan. Peran mereka melampaui sekadar mengajar; mereka adalah pendamping spiritual yang mendengarkan, membimbing, dan menjadi teladan hidup bagi umat yang dipercayakan kepada mereka.

Proses persiapan Sakramen Krisma ini bukan sekadar kelas teologi. Para katekis dari setiap wilayah di Paroki Kalasan secara rutin mengadakan pertemuan yang membahas tidak hanya doktrin Gereja, tetapi juga aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka meninjau kembali arti dari doa-doa dasar, esensi dari setiap Sakramen, hingga makna mendalam dari Kitab Suci. Tujuan mereka sederhana: memastikan setiap calon memahami bahwa iman bukanlah sekadar ritual, melainkan sebuah relasi personal dengan Kristus yang harus diperbarui setiap hari.

Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah keragaman latar belakang para krismawan. Mulai dari anak muda yang masih mencari jati diri hingga orang dewasa. Para katekis dengan sabar membangun jembatan komunikasi, menciptakan ruang yang aman bagi para calon untuk bertanya, berbagi keraguan, dan tumbuh bersama. Mereka sadar bahwa pembinaan iman haruslah personal dan kontekstual. Dengan pendekatan ini, mereka tidak hanya menyiapkan para krismawan untuk menerima sakramen, tetapi juga untuk menghadapi tantangan hidup sebagai seorang Katolik yang matang.

Setiap pertemuan katekese menjadi momen berharga. Para katekis mengajarkan tentang bagaimana Roh Kudus akan bekerja dalam diri mereka, memperlengkapi mereka dengan karunia-karunia untuk bersaksi dan melayani. Mereka mendorong para calon untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan paroki, dari tugas-tugas liturgi hingga kegiatan sosial. Proses ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan semangat pelayanan yang menjadi ciri khas seorang murid Kristus.

Pesan Bapak Uskup

Dalam homilinya, Mgr. Rubiyatmoko secara interaktif mengajak para krismawan untuk merenungkan makna mendalam dari Sakramen Penguatan. Dengan gaya bahasa yang sederhana namun penuh makna, beliau mengibaratkan Sakramen Baptis sebagai “pintu masuk” ke dalam Gereja, sementara Sakramen Krisma adalah “pemberian bekal” untuk perjalanan iman yang lebih matang.

Homili ini menjadi momen yang sangat menyentuh. Uskup berdialog langsung dengan para calon, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menguji pemahaman mereka tentang iman. Mereka yang berani menjawab diberi cincin rosario sebagai kenang-kenangan. Suasana hangat dan penuh humor ini mencairkan ketegangan, membuat para krismawan merasa lebih nyaman dan mantap dalam menanggapi panggilan Tuhan.

Makna Teologis yang Mendalam: Peneguhan dan Pengutusan

Secara teologis, Sakramen Krisma adalah salah satu dari tiga Sakramen Inisiasi Kristen, bersama dengan Baptis dan Ekaristi. Jika Baptis melahirkan kita kembali dalam air dan Roh Kudus, maka Krisma menyempurnakan rahmat Baptis dan menyegel kita dengan karunia Roh Kudus.

Pengurapan minyak krisma oleh Uskup menjadi pusat dari seluruh perayaan. Minyak yang diberkati oleh Uskup Agung pada Misa Krisma adalah simbol dari pengurapan yang membuat setiap krismawan secara harfiah menjadi “terurapi”. Dalam tradisi Yahudi kuno, pengurapan ini menandakan bahwa seseorang telah dikhususkan oleh Allah untuk tugas atau misi tertentu, seperti para raja, nabi, dan imam. Dalam konteks Krisma, pengurapan ini menandakan bahwa setiap krismawan diutus untuk menjadi saksi Kristus yang berani, menjadi “imam, nabi, dan raja” yang baru, yang melayani sesama dengan kasih.

Perayaan ini juga merupakan momen bagi para krismawan untuk secara pribadi memperbarui janji baptis yang dulu diucapkan oleh orang tua mereka. Dengan penuh kesadaran, mereka kini menyatakan iman mereka sendiri di hadapan Uskup dan seluruh umat. Hal ini menegaskan bahwa iman adalah pilihan pribadi yang harus dihidupi secara aktif.

Pelayanan Liturgi yang Penuh Dedikasi

Selain peran para katekis dan homili yang mendalam, kelancaran acara ini juga berkat kerja keras berbagai tim pelayanan. Cantores GMBA dan Pemusik Muda GMBA (PMG) berhasil menciptakan suasana yang khusyuk namun tetap meriah. Sebanyak 29 lagu dibawakan dengan apik, diiringi alunan instrumen lengkap. Bapak Uskup bahkan secara khusus mengapresiasi mereka dan berharap penampilan mereka dapat menjadi inspirasi bagi kaum muda lain untuk terlibat dalam pelayanan Gereja.

Prosesi pengurapan yang melibatkan 288 orang berjalan tertib dan lancar, berkat koordinasi yang baik dari para petugas liturgi, misdinar, prodiakon, dan lektor. Uskup Mgr. Rubiyatmoko sendiri mengapresiasi semangat dan kesiapan para krismawan-krismawati yang membuat proses yang cukup panjang itu terasa ringan.

Secara keseluruhan, perayaan Sakramen Krisma ini bukan hanya sekadar seremoni. Ini adalah penanda kebangkitan semangat iman di Paroki Kalasan. Ini adalah momen di mana 288 individu baru saja diteguhkan dan diutus untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, membawa terang dan kasih Kristus.

Terima Kasih

Perayaan ini tak mungkin terlaksana tanpa kerja sama dan dedikasi segenap tim. Puji dan syukur kepada Allah Bapa karena perayaan dapat berlangsung dengan lancar, khusyuk, dan penuh sukacita. Ucapan terima kasih setulus hati kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk segenap Dewan Pastoral Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Dewan Pastoral Stasi Maria Bunda Allah, Panitia, petugas liturgi, dokumentasi dan terutama para Katekis, serta petugas liturgi.

Semoga semangat yang terpancar dari perayaan ini terus menyala dan memotivasi seluruh umat Paroki Kalasan untuk terus berani menjadi saksi Kristus yang penuh sukacita di dunia. Berkah Dalem.

———————–

Dokumentasi Rangkaian Sakramen Penguatan Paroki Kalasan 2025
Di Gereja Stasi Maguwo

Minggu 31 AGUSTUS 2025 Peneguhan Dan Ujian Tulis Krisma

https://drive.google.com/drive/folders/1E0XX0GzLOXfvoxc0teYtrhmYqI0qMI08

Tridum 1, senin 1 September 2025

https://drive.google.com/drive/folders/1uNw2IZgCYmSK4NWIWsU9p0Bh2GMt2Uef

Tridum 2, selasa 2 September 2025

https://drive.google.com/drive/folders/1azQc0gxPSs2O0Xu8dcsTeFIsbVhuJrYH

Tridum 3 Dan Gladi Bersih , Rabu 3 September 2025

https://drive.google.com/drive/folders/1H1xJSUtww2zDbTprrIHScbj6zp8pQ0Qc

Penerimaan Sakramen Penguatan, Sabtu 6 September 2025

https://drive.google.com/drive/folders/1YLp1zVk1pkSZbB509TGl9kpkzGrCX8G_

Foto Krismawan/ Krismawati

https://drive.google.com/drive/folders/1UspPiDV1wVmNGF4GAvFNb-iY7yqMVX-V

Foto Bersama ( Kamera Lain)

https://drive.google.com/drive/folders/1sKqZcMPoy1oqhIi6ftBUhHv9q69k6B1M?usp=sharing

Sutanto Prabowo

Father, Teacher, Blogger, Duta Damai BNPT, Indonesia Local Guide, member Komunitas Blogger Jogja, blog : https://maswo.my.id

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *