Pertemuan umat Lingkungan Santa Bernadetta Temanggal I kali ini diawali dengan kutipan sabda Yesus, “Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk. 9:23). Kalimat tersebut disampaikan oleh pemandu sebagai pengantar renungan yang mengajak umat untuk merenungkan makna sejati menjadi murid Kristus. Umat diingatkan bahwa mengikuti Yesus bukanlah sekadar pengakuan iman, tetapi sebuah panggilan untuk hidup dalam kesetiaan yang terus-menerus, setia dalam setiap langkah kehidupan hingga akhir.

Pertemuan yang dilaksanakan setelah Misa Rabu Abu ini bertempat di kediaman Agustinus Puryuwonoadi dengan partisipasi 18 umat. Dalam suasana yang penuh penghayatan di awal masa Prapaskah, umat diajak untuk semakin menyadari jati diri sebagai pengikut Kristus dan merenungkan bagaimana sikap hidup yang seharusnya dimiliki oleh seorang murid Yesus. Melalui bacaan Injil Lukas 9:23 yang menjadi dasar permenungan, umat diingatkan bahwa mengikuti Yesus berarti kesiapan untuk memikul salib setiap hari, baik melalui pergumulan dalam keluarga, kehidupan pribadi, maupun dalam relasi dengan sesama.

Dalam renungan tersebut juga disampaikan bahwa salib tidak selalu berarti penderitaan besar, tetapi sering hadir dalam hal-hal sederhana yang menuntut kesabaran dan kerendahan hati, seperti belajar mengalah, tetap setia, bersikap jujur, dan terus berbuat baik meskipun tidak selalu dimengerti oleh orang lain. Yesus sendiri telah lebih dahulu menempuh jalan salib sebagai teladan bagi para pengikut-Nya. Pada akhir renungan, pemandu mengajak umat untuk tidak takut menghadapi salib kehidupan, sebab setiap kesulitan yang diterima dengan kasih dan iman akan diubah Tuhan menjadi rahmat dan kekuatan bagi kehidupan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Suryani Oktarina



