197 Orang Menghadiri Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki Marganingsih Kalasan

Komsos-GMMK. Hari Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di gereja paroki Marganingsih Kalasan diselenggarakan rapat pleno yang dihadiri oleh 197 orang yang mencakup semua unsur dewan pastoral, bidang pelayanan, ketua wilayah, dan ketua lingkungan serta kelompok-kelompok kategorial. Kegiatan ini dipandu dengan apik oleh Elisabeth Gracia Indriyani dan Marta Sawitri, keduanya menjabat sebagai sekretaris Dewan Pastoral Paroki Marganingsih Kalasan.

Acara diawali dengan menyanyi bersama. Acara nyanyi dan joget bersama ini mampu menciptakan “vibes” positif dan menggerakkan peserta untuk turut menyanyi dan berjoget bersama. Peserta menyatu dalam kebersamaan dan kegembiraan dan ini seolah-olah memberi pertanda bahwa semua siap untuk menjadi pelayan yang bahagia, inspiratif dan menyejahterakan. Dari sinilah awal sinergitas dalam pelayanan nampaknya mulai tercipta. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Petrus Sentot Widiyanto, ketua bidang liturgi.

Sementara itu dalam sambutan awal, wakil ketua 2 Dewan Pastoral, Yohanes Bosco Sukartono mengajak semua pengurus untuk memanfaatkan rapat pleno ini sebaik-baiknya untuk membangun komunikasi yang baik.

“Semoga dengan membangun komunikasi yang baik dalam rapat pleno ini kegiatan di gereja semakin berkembang dan bisa membantu umat dalam menumbuhkembangkan iman umat. Selamat mengikuti rapat pleno,” ujar Yb Sukartono di akhir sambutannya.

Presentasi pertama dalam rapat pleno disampaikan oleh Paulina Salindri, selaku bendahara umum Dewan Pastoral Paroki Kalasan.  Paulina Salindri menyampaikan secara detil tata kelola keuangan paroki. Pemaparan disampaikan dengan ringkas namun lengkap yang memberikan penjelasan tentang bagaimana dana dari umat dikelola dan digunakan untuk membiayai berbagai macam kegiatan di paroki. Yang menarik adalah bahwa Paroki Kalasan termasuk salah satu paroki di KAS yang paling tertib dalam bidang administrasi keuangan.

Sesi kedua disampaikan oleh Elisabeth Gracia Indriyani yang menyampaikan program kerja unggulan serta program kerja rutin yang akan dilakukan oleh setiap bidang pelayanan. Perempuan yang lebih akrap dipanggil Mbak Indri ini menerangkan secara detil setiap program kerja yang akan dilaksanakan dari setiap bidang pelayanan. Elisabeth Gracia Indriyani juga selalu mengingatkan para pengurus yang hadir untuk selalu mendukung setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Kami mohon dukungan dari bapak ibu semua agar semua rencana kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan mohon bantuan mensosialisasikan program kerja ini ke umat,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai sekretaris dewan pastoral Paroki Maria Marganingsih Kalasan pada periode kepengurusan sebelumnya.

Sementara pada sesi tanya jawab, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. menjelaskan dengan jelas tentang spiritualitas pelayanan ekaristi yang ada di 7 gereja yang tersebar di paroki Maria Marganingsih.

“Saya dengan presisi memperhitungakan hal-hal teknis dan praktis ketika membuat jadwal misa agar semua umat terlayani dengan baik dan yang terpenting adalah bahwa penggembalaan umat oleh romo paroki berjalan dengan baik. Satu substansi penting yang ingin saya sampaikan adalah bahwa spiritualitas penggembalaan menjadi prinsip utama saya dalam melayani umat Paroki Kalasan,’’ ujar romo projo KAS yang berasal dari paroki Delanggu ini disambut tepuk tangan meriah dari pengurus yang hadir.

Sedangkan berkaitan dengan keterlibatan kaum muda, Elisabeth Gracia Indriyani menyebutkan bahwa anggota dewan pastoral para periode ini sudah diwarnai dengan wajah-wajah muda. Ini menjadi pertanda keterlibatan kaum muda. Hal serupa disampaikan oleh YB Sukartono.

“Kaum muda akan selalu dicoba untuk dilibatkan dalam setiap kegiatan yang dijalankan oleh paroki,” jelas YB Sukartono.

Sesi presentasi berikutnya disampaikan oleh Rm Antonius Dadang Hermawan, Pr. Di awal sambutannya romo projo yang hobi fotografi ini mengapresiasi presentasi yang diberikan oleh bendahara dan sekretaris tentang tata keu kelola keuangan dan program kerja.

“Saya mengapresasi apa yang sudah disampaikan bendahara yang sudah menyampaikan presentasi seringkas-ringkasnya. Yang kedua, terima kasih untuk tim sekretaris. Dibalik berbagai program kerja tadi ada berlembar-lembar rumusan yang harus ditulis sampai menjadi program kerja. Tentu ini melewati proses yang panjang dan melelahkan,” jelas  Romo Dadang.

Ada tiga hal yang menjadi dasar pelayanan umat di gereja yakni tata kelola penggembalaan, tata kelola administrasi dan tata kelola harta benda .

“Saya dengan gagah bisa menyebutkan bahwa Paroki Kalasan menjadi salah satu paroki papan atas soal administrasi keuangan. Hal yang baik ini layak kita teruskan dan akan menjadi warisan yang baik untuk pengurus selanjutnya,” ujar Romo Dadang.

Dalam hal tata kelola pengembalaan, Romo Dadang berharap bahwa informasi dari paroki bisa segera disampaikan ke umat oleh para pengurus wilayah dan lingkungan. Sedangkan, berkaitan dengan tata kelola administrasi, romo Dadang berharap bahwa ketua lingkungan yang baru bisa belajar dari ketua lingkungan yang lama karena ada begitu banyak formulir administrasi yang perlu dipahami yang berkaitan dengan layanan umat. Prinsipnya, para ketua lingkungan diharapkan tertib administrasi agar mempermudah pemberian layanan ke umat. Ketiga, Romo Dadang berbicara tentang tata kelola harta benda. Diharapkan ada format laporan keuangan yang sama yang bisa dibuat oleh setiap wilayah.

Yang terakhir, Romo Dadang meminta persetujuan dari pengurus yang hadir apakah mereka setuju dengan program kerja yang akan dilaksanakan termasuk angaran program kerja dan dengan serentak pengurus menyatakan “setuju”.

Selanjutnya romo menjelaskan data-data statistik tentang jumlah babtis, jumlah pernikahan, jumlah minyak suci, jumlah data kematian umat, data buku tamu, jumlah misa dengan ujub di luar misa mingguan, data misa manten, dll.

“Di luar misa mingguan, ada 156 misa dengan ujub khusus yang dilayani oleh ketiga romo paroki. Data menyebutkan pula bahwa 156 misa dilayani oleh romo tamu. Prinsipnya, umat boleh meminta romo dari luar paroki khususnya ketika ketiga romo paroki tidak bisa melayani karena bertabrakan dengan agenda kegiatan yang lain tetapi pastikan bahwa romo itu memiliki yuridiksi dari KAS,” tegas Romo Dadang. 

Acara rapat pleno ini berakhir pukul 12:30 dan diakhiri dengan bernyanyi bersama serta doa penutup. Suasana masih terasa hangat penuh semangat ketika semua peserta rapat pleno mulai berjalan perlahan meninggalkan gereja. Mereka membawa bekal semangat, kekompakan, kebersamaan dan sinergitas untuk melayani umat. Tentu ini menjadi awal yang baik untuk pelaksanaan program kerja paroki Kalasan. Kita doakan bersama. Kita dukung bersama dan semua pasti akan berjalan baik adanya.

In unum laboramus – Kita bekerja menuju satu tujuan.

1

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *