Pagi yang cerah menyapa umat di Paroki Maria Marganingsih Kalasan pada Sabtu, 14 Maret 2026. Sejak pukul 07.30 WIB, Lapangan SMP Kanisius Kalasan sudah mulai dipenuhi oleh umat pra-lansia dan lansia yang datang dengan wajah penuh semangat. Mereka berkumpul untuk mengikuti pertemuan kedua Senam Lansia, sebuah program baru yang digagas oleh Tim PIUL (Pendampingan Iman Usia Lanjut) paroki.

Suasana lapangan terasa hidup. Tawa dan sapaan hangat antarpeserta mengiringi persiapan senam pagi itu. Meski sebagian rambut telah memutih, semangat para peserta tetap muda dan menyala. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga kesempatan untuk saling bertemu, berbagi cerita, dan merawat kebersamaan sebagai umat. Semangat itu semakin terasa ketika yel-yel khas Paroki Kalasan bergema bersama: “Lansia Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan!”

Seruan penuh sukacita itu menggema di seluruh lapangan, seakan menjadi doa dan harapan bersama bahwa masa lanjut usia tetap dapat dijalani dengan penuh kegembiraan, kesehatan, dan makna. Di tengah barisan peserta, Kak Tika, instruktur senam pagi itu, dengan sabar memandu setiap gerakan. Dengan senyum lebar dan penuh energi, ia memberi contoh gerakan demi gerakan yang mudah diikuti para peserta. Gerakan sederhana namun penuh manfaat membuat para lansia dapat bergerak dengan nyaman, tanpa merasa terbebani.
Pelan-pelan tubuh mulai hangat, napas menjadi lebih lega, dan wajah-wajah peserta tampak semakin berseri. Beberapa bahkan tak ragu tertawa bersama saat gerakan senam terasa lucu atau sedikit meleset dari irama. Namun justru di situlah letak kebahagiaannya—kebersamaan yang sederhana namun menguatkan.

Kegembiraan itu tidak berhenti ketika senam usai. Di penghujung kegiatan, para peserta menikmati sajian sederhana namun penuh kehangatan yakni teh hangat, ubi rebus, pisang rebus, dan nagasari. Makanan tradisional yang sehat ini menjadi pelengkap yang pas setelah tubuh digerakkan bersama. Sambil menikmati hidangan, para peserta saling berbincang, berbagi cerita, bahkan merencanakan untuk kembali hadir pada pertemuan berikutnya.
Senam lansia ini perlahan menjadi ruang baru bagi umat lanjut usia untuk tetap aktif, sehat, dan merasakan bahwa mereka tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan Gereja.
Program senam lansia yang baru berjalan dua kali pertemuan ini telah menghadirkan harapan baru. Bukan hanya tentang menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga merawat kebahagiaan hati dan kebersamaan iman.

Di Paroki Maria Marganingsih Kalasan, para lansia membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk tetap bergerak, bersukacita, dan menginspirasi. Lansia Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan. Sebuah semangat yang kini benar-benar hidup di tengah umat.
Catatan- Liputan dan foto oleh Maria Magdalena Muji Rahayu




