041 St. Bartolomeus Brintikan: Dalam Cahaya Lilin, Umat Doakan Alm Markus Sugio

Keluarga Bernadeta Sudaryani dengan penuh kasih mengundang umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan untuk bersama mendoakan arwah Markus Sugio, kakak tercinta yang tujuh hari lalu berpulang ke hadirat Bapa di surga, di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Ibadat memule tujuh hari bagi almarhum Sugio dilaksanakan pada hari Minggu, 1 September 2025 pukul 19.00 WIB bertempat di kediaman keluarga di Dusun Kersan, Brintikan RT.01, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

Meski sejak pukul 14.30 WIB hingga saat ibadat berlangsung wilayah padukuhan Brintikan diliputi gelap akibat pemadaman listrik—karena jaringan tertimpa pohon—umat tetap setia berkumpul, berdoa dalam suasana hening yang diterangi lilin dan lampu darurat. Kekurangan penerangan tidak sedikitpun mengurangi kekhusyukan dan kesungguhan hati umat dalam melaksanakan doa.

Doa bersama dimulai tepat pukul 19.00 WIB, dipimpin oleh Prodiakon FX. Risang Baskara dan diikuti oleh 32 umat. Nyanyian rohani dipandu oleh M.Th. Sri Wahyunani, dengan lagu pembukaan “Kini Saudara Kita”, lagu antar bacaan “Hanya KepadaMu”, serta lagu penutup “Nderek Dewi Maria”. Bacaan Kitab Suci diambil dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (2 Kor 5:1, 6–10) yang dibawakan oleh Clara Heni, dan Injil Lukas (23:33, 39–43) yang mengisahkan pengampunan Yesus di salib.

Dalam renungan singkatnya, Prodiakon Risang mengingatkan pesan Rasul Paulus bahwa tubuh jasmani ini hanya sementara, dan bila runtuh akan digantikan kediaman kekal dari Allah. Sementara dari Injil Lukas, umat diajak berefleksi, mengakui dosa, bertobat, serta dengan rendah hati memohon kepada Yesus sebagaimana penjahat yang disalib di samping-Nya, yang berkata: “Yesus, ingatlah akan aku…” dan menerima jawaban penuh belas kasih: “Hari ini juga engkau akan bersama Aku di Firdaus.”

Dalam kesempatan itu, Stevanus Sunaryadi, putra almarhum Sugio, memimpin doa umat, yang kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario peristiwa Mulia bersama Yohanes Pembaptis Sumaryadi, sebelum ditutup dalam Doa Bapa Kami dan Doa Berkat oleh prodiakon. Semoga melalui doa memule tujuh hari almarhum Markus Sugio ini, Tuhan berkenan menyucikan dan melepaskannya dari segala dosa, serta menghantarkannya memasuki peristirahatan abadi yang penuh damai dan sukacita di surga.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *