Pelatihan Menulis dan Fotografi bagi Sek. Lingkungan dan Wilayah Se-paroki Kalasan

KOMSOS-GMMK. Suasana hangat terasa sejak awal pelaksanaan Pelatihan Menulis dan Fotografi, ketika para peserta mulai berdatangan dengan penuh semangat. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah para sekretaris wilayah dan lingkungan yang ada di Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Tawa ringan dan obrolan santai mengisi ruangan saat kegiatan dimulai, menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Kegiatan pelatihan ini dimulai pada pukul 10.00 dan dibuka dengan suasana yang santai namun tetap penuh makna, menghadirkan semangat kebersamaan di antara para peserta. Acara dimulai dari registrasi, pembagian snack, dan minum pada tiap peserta yang datang. 

Salam sapa diucapkan oleh MC, yaitu Elisabeth Gracia Indriyani dan Martha Sawutri membuka acara dengan penuh keakraban. Mereka menyapa para tamu undangan, narasumber, serta seluruh peserta yang hadir, menciptakan kesan awal yang santai namun tetap tertata. MC juga mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan pelatihan dapat terlaksana dengan baik dan diikuti dengan penuh antusiasme. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Gaeta. Dengan suasana yang mulai lebih khidmat, seluruh peserta diajak untuk menundukkan kepala sejenak. Doa tersebut menjadi pembuka yang menenangkan, sekaligus harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, penuh berkat, dan memberikan manfaat bagi semua yang terlibat.

Memasuki sesi pertama, yaitu pelatihan menulis yang dipandu oleh Yusup Priyasudiarja selaku pembicara. Dalam pelatihan ini dipahami bahwa menulis liputan bukan sekadar melaporkan, tetapi menjadi sarana untuk mendokumentasikan kegiatan sekaligus mewartakan hal-hal baik di lingkungan. Tulisan yang dihasilkan diharapkan mampu membangun rasa memiliki umat serta menjadi jejak digital dari setiap kegiatan. Penulisan liputan perlu mengikuti struktur yang jelas, dimulai dari informasi utama seperti siapa, kapan, dan di mana, kemudian dilanjutkan dengan isi kegiatan dan informasi pendukung. Tulisan sebaiknya disusun minimal tiga hingga empat paragraf agar runtut dan mudah dipahami.

Selain itu, penggunaan bahasa formal sangat ditekankan, dengan menghindari kalimat bertele-tele, singkatan, serta pembahasan yang terlalu luas. Ketelitian dalam menuliskan nama, tanggal, dan data lainnya juga menjadi hal penting sebelum tulisan dipublikasikan. Dalam praktiknya, bahan tulisan dapat diperoleh dari pengamatan, wawancara, maupun dokumentasi kegiatan, lalu diolah menjadi narasi yang menarik. Judul harus dibuat jelas, tidak berlebihan, serta mencerminkan isi tulisan dengan memuat subjek dan kegiatan. Pada akhirnya, kemampuan menulis liputan akan berkembang melalui latihan yang terus-menerus, sehingga tulisan yang dihasilkan semakin baik dan mampu menyampaikan pesan secara efektif.

Memasuki sesi kedua, peserta diajak untuk lebih mendalami proses penyuntingan tulisan bersama Hartono. Pada sesi ini, peserta tidak hanya belajar memperbaiki kesalahan teknis, tetapi juga memahami bagaimana sebuah tulisan dapat dibuat lebih rapi, jelas, dan enak dibaca. Penekanan diberikan pada ketelitian dalam penggunaan bahasa, konsistensi penulisan, serta pentingnya menyaring informasi agar tetap sesuai dengan konteks liputan. Suasana berlangsung interaktif, dengan peserta turut mencermati contoh-contoh tulisan yang diperbaiki secara langsung. 

Kegiatan kemudian berlanjut ke sesi ketiga, yaitu penyampaian materi fotografi bersama Yohanes Bima. Pada sesi ini, peserta diajak memahami bahwa fotografi bukan sekadar mengambil gambar, tetapi juga menjadi sarana bercerita dalam sebuah liputan. Ditekankan bahwa foto jurnalistik yang baik mampu menyampaikan informasi penting bahkan tanpa banyak penjelasan. Peserta juga dikenalkan pada konsep “3 shot”, yaitu pengambilan gambar suasana, aksi, dan detail, yang bersama-sama membentuk cerita visual yang utuh. Selain itu, pentingnya menangkap momen terbaik (golden moment), memahami pencahayaan, serta menjaga komposisi agar foto lebih hidup dan bermakna juga menjadi bagian dari pembahasan. Dengan begitu, hasil foto diharapkan dapat selaras dan mendukung tulisan dalam sebuah liputan. Di sela-sela penyampaian materi, suasana kemudian menjadi lebih hening ketika seluruh peserta diajak mendaraskan doa Ratu Surga bersama.

Sesi terakhir diisi dengan sosialisasi website oleh C. Sutato Prabowo . Dalam kesempatan ini, peserta diperkenalkan pada platform yang akan digunakan sebagai media publikasi hasil liputan. Penjelasan mencakup cara mengunggah tulisan, pengelolaan konten, serta pentingnya menjaga kualitas tulisan dan dokumentasi sebelum dipublikasikan. Hal ini menjadi langkah lanjutan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada praktik, tetapi dapat terus berkembang melalui media yang tersedia.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Vina. Dalam suasana yang khidmat, seluruh peserta diajak mengucap syukur atas kelancaran kegiatan yang telah berlangsung. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kenangan dari pelatihan hari itu. Sebagai penutup, panitia membagikan makan siang kepada seluruh peserta saat hendak pulang, menambah kesan hangat dan kebersamaan yang terasa hingga akhir kegiatan.

Catatan= Peliput Vina dan foto dari Komsos

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *