Rangkaian Persiapan dan Komuni Pertama Paroki Kalasan

Penerimaan komuni pertama di Paroki Kalasan 2026

Kalasan – Sebuah perjalanan iman yang penuh harapan dan sukacita telah dilalui oleh anak-anak calon penerima Komuni Pertama Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Rangkaian persiapan mulai dari penerimaan Sakramen Rekonsiliasi, gladi bersih, hingga puncak penerimaan Komuni Pertama menjadi pengalaman rohani yang mendalam, bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi keluarga, pendamping, dan seluruh umat yang menyaksikan pertumbuhan iman mereka.

Momen ini menjadi langkah penting bagi anak-anak untuk semakin mengenal Yesus, mencintai Ekaristi, dan menyadari bahwa Kristus selalu hadir menemani perjalanan hidup mereka.

Membersihkan Hati Menyambut Kristus melalui Sakramen Rekonsiliasi

Kamis, 4 Juni 2026, sejak pukul 14.00, suasana depan pastoran Paroki Maria Marganingsih Kalasan mulai dipenuhi oleh anak-anak calon Komuni Pertama. Dengan wajah penuh harapan, mereka datang bersama orang tua dan pendamping untuk melakukan registrasi sebelum menerima Sakramen Tobat.

Persiapan penerimaan komuni pertama

Hari itu menjadi hari yang istimewa sekaligus mendebarkan. Rasa harap-harap cemas tampak dalam diri anak-anak karena mereka akan mengalami pengalaman iman yang baru, yaitu masuk ke ruang pengakuan dosa dan berbicara secara pribadi dengan imam.

Kegiatan diawali dengan ibadat Sakramen Rekonsiliasi yang dipimpin oleh Prodiakon Bapak Agus dari Lingkungan Santo Timotius Glondong. Dalam suasana hening dan penuh doa, anak-anak diajak untuk memeriksa batin, menyadari kasih Allah, serta membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan.

Dengan penuh kekhusyukan, seluruh calon penerima Komuni Pertama mengikuti ibadat tersebut. Mereka diajak memahami bahwa sebelum menyambut Yesus dalam Ekaristi Kudus, hati perlu terlebih dahulu dibersihkan dan dipersiapkan.

Persiapan komuni pertama di gereja Kalasan

Setelah ibadat selesai, satu per satu anak memasuki ruang pengakuan dosa. Tersedia tiga ruang pengakuan yang dilayani oleh tiga imam, yaitu Antonius Dadang Hermawan Pr, FX Murdi Susanto Pr, dan Yohanes Ngatmo Pr.

Dengan langkah kecil penuh keberanian, anak-anak menghadap imam untuk mengakui kesalahan dan menerima pengampunan Allah. Setelah menerima absolusi, mereka melakukan penitensi di depan altar sebagai ungkapan syukur dan tekad untuk memperbaiki diri.

Suasana haru terasa ketika anak-anak keluar dari ruang pengakuan dosa. Wajah yang sebelumnya tampak tegang berubah menjadi ceria. Senyum mulai menghiasi bibir mereka. Ada kedamaian dan sukacita yang terpancar karena mereka telah mengalami kasih Allah yang mengampuni.

“Ketika hati telah dipulihkan oleh kasih Allah, Kristus semakin mudah hadir dan tinggal dalam diri kita.”

Gladi Bersih: Mempersiapkan Hati dan Langkah Menuju Ekaristi

Setelah menerima Sakramen Rekonsiliasi, perjalanan persiapan dilanjutkan melalui gladi bersih perayaan Komuni Pertama. Anak-anak belajar memahami tata perayaan Ekaristi secara lebih mendalam, mulai dari tata gerak, sikap doa, prosesi masuk, hingga cara menerima Komuni Kudus dengan penuh hormat.

Gladi bersih bukan sekadar latihan teknis, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk semakin memahami makna Ekaristi sebagai perjumpaan pribadi dengan Yesus.

Dengan penuh kesabaran, Rm FX Murdi Susanto Pr dan  para pendamping membimbing anak-anak agar mereka mampu mengikuti perayaan dengan tertib, penuh iman, dan sukacita.

7 Juni 2026: Hari Bersejarah, Saat Anak-Anak Menyambut Yesus dalam Ekaristi

Komuni pertama

Minggu, 7 Juni 2026, menjadi hari yang tidak akan terlupakan bagi anak-anak penerima Komuni Pertama Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Sejak pagi, suasana gereja dipenuhi sukacita. Dengan wajah ceria dan senyum yang menghiasi bibir, anak-anak hadir mengenakan nuansa putih yang melambangkan kesucian hati dan kehidupan baru bersama Kristus.

Dengan langkah penuh semangat, arak-arakan anak-anak memasuki gereja. Pemandangan tersebut menghadirkan suasana yang begitu indah dan menyentuh hati umat yang hadir. Putihnya pakaian mereka seakan menjadi simbol hati yang telah dipersiapkan untuk menyambut Yesus Sang Roti Hidup.

Komuni pertama Paroki Kalasan 2026

Perayaan Ekaristi penerimaan Komuni Pertama dipimpin oleh FX Murdi Susanto Pr. Dengan penuh perhatian dan sukacita, anak-anak mengikuti seluruh rangkaian misa.

Mereka tampak khusyuk mengikuti setiap bagian perayaan, terutama saat memasuki bagian Doa Syukur Agung. Suasana semakin hening dan penuh penghayatan ketika seluruh umat diajak menyadari kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi.

Momen yang sangat mengharukan terjadi saat memasuki pemecahan roti. Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, anak-anak penerima Komuni Pertama menyanyikan lagu:

“Aku rindu akan Tuhan dalam Sakramen terkudus,
Aku rindu menerima Yesus Allah Manusia.
Yesus, Yesus datanglah…”

Romo Murdi Susanto Paroki Kalasan

Nyanyian tersebut menjadi ungkapan kerinduan hati anak-anak yang telah lama mempersiapkan diri untuk menerima Yesus. Senyum penuh arti terpancar dari wajah mereka, menunjukkan kebahagiaan karena doa dan harapan mereka akhirnya terwujud.

Dengan penuh kasih dan sukacita, Romo FX Murdi Susanto Pr menerimakan Sakramen Ekaristi dalam dua rupa kepada anak-anak penerima Komuni Pertama. Satu per satu mereka maju dengan sikap hormat, membuka hati untuk menerima Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus.

Penerimaan komuni pertama di Paroki Kalasan 2026

Ekaristi: Awal Perjalanan Iman yang Baru

Penerimaan Komuni Pertama bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari kehidupan iman yang semakin dekat dengan Kristus. Anak-anak diajak untuk terus mencintai Ekaristi, rajin berdoa, hidup dalam kasih, dan menjadi saksi kecil Kristus di tengah keluarga maupun lingkungan.

Kebahagiaan yang terpancar pada wajah anak-anak hari itu menjadi tanda bahwa Yesus sungguh hadir dan menyentuh hati mereka.

“Hari ini kalian tidak hanya menerima roti dan anggur, tetapi menerima Yesus sendiri yang datang untuk tinggal dalam hati kalian. Jadikan Ekaristi sebagai sumber kekuatan dan sukacita dalam perjalanan hidup.”

Melalui pendampingan keluarga, para imam, pendamping iman, dan seluruh umat Paroki Maria Marganingsih Kalasan, anak-anak terus dituntun untuk bertumbuh dalam iman. Semoga pengalaman Komuni Pertama ini menjadi benih iman yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah kasih bagi Gereja dan dunia.

Ditulis dan dilaporkan oleh : Maria Magdalena Muji rahayu

Sutanto Prabowo

Father, Teacher, Blogger, Duta Damai BNPT, Indonesia Local Guide, member Komunitas Blogger Jogja, blog : https://maswo.my.id

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *