Selasa 3 Juni 2025 Sekolah Kitab Suci Angkatan 2 Paroki Maria Marganingsih Kalasan resmi dimulai. Dengan tema “MENGGALI NILAI-NILAI DAN PESAN IMAN YANG TERKANDUNG DALAM KITAB SUCI”, Program SKS ini akan dijalani selama 4 bulan sampai bulan September nanti. Diikuti oleh 50 peserta yang mayoritas para prodiakon.
Dalam sambutannya wakil ketua 2 Dewan Pastoral Paroki GMMK, menyampaikan bahwa pencapaian yang paling utama bukan lulus atau tidak, namun penekanan pada program ini adalah bagaimana kita menyadari dan mengerti bahwa bagaimana Firman Allah bekerja menjadikan pribadi yang lebih cinta dan membuka diri untuk lebih memahami firmanNya.

“Sekolah Kitab Suci Katolik” mengacu pada institusi atau program yang mengajarkan dan mempelajari Kitab Suci dalam konteks agama Katolik. Ini dapat berupa kursus, seminar, atau program studi formal yang berfokus pada memahami dan menafsirkan Kitab Suci.
Tujuan Sekolah Kitab Suci (SKS) dalam konteks Gereja Katolik adalah untuk memampukan peserta didik memahami, menggumuli, dan menghayati Kitab Suci, serta menumbuhkan kesadaran akan peran aktif mereka dalam pewartaan sabda Tuhan. Membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan spiritualitas Kitab Suci agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan pelayanan gereja. Memberikan pemahaman mendalam tentang isi dan makna Kitab Suci, baik Alkitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
SKS ini mendorong peserta untuk secara aktif berdialog dengan Kitab Suci, mempertanyakan makna, dan memikirkan implikasinya dalam kehidupan. Membimbing peserta agar dapat menerapkan ajaran dan prinsip-prinsip Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi saksi iman yang hidup. Dengan demikian yang akan pula dicapai adalah mempersiapkan peserta untuk menjadi pewarta firman yang aktif dan berani, mampu menyampaikan pesan Kitab Suci kepada orang lain dengan cara yang relevan dan efektif untuk dapat memenuhi kebutuhan gereja akan pewarta yang memahami dan mampu mendalami Kitab Suci, sehingga gereja dapat terus bertumbuh dalam iman dan kasih.

”Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah “( Mat 4;4) Firman Allah dalam hidup kita, bukan hanya sebagai sumber kekuatan rohani, tetapi juga sebagai makanan yang menopang kehidupan umatNya . Ayat ini, menyadarkan bahwa firman Tuhan adalah air hidup yang membekali hidup manusia . Bahkan jika kita memiliki makanan untuk menopang hidup, tanpa firman Tuhan, kita merasa semakin kosong dalam roh kita dan hidup tidak berarti. kita menyadari bahwa dari kalimat ini kita dapat menyadari bahwa firman Tuhan adalah sumber kehidupan manusia, dan kita juga dapat menyadari kekudusan Tuhan dan kekejaman setan.




