SOMA TAHAP 1
Panitia SOMA 2025 Paroki Maria Marganingsih Kalasan kembali menyelenggarakan SOMA dengan tema besar “Terlibat dalam Iman, Bergerak dalam Kasih, Peduli Mewujudkan Kehidupan.” Tahap pertama dilaksanakan pada 26–27 April 2025 di Wisma Salam Muntilan dengan dihadiri 54 peserta perwakilan wilayah paroki. Mengusung subtema “Relasi Kita dengan Tuhan,” kegiatan ini bertujuan mengajak remaja merefleksikan dan memperdalam hubungan pribadi mereka dengan Tuhan. Hari pertama diawali registrasi, pembagian kamar, serta sapaan dan doa pembuka. Panitia mengenalkan tujuan, latar belakang, dan tahapan SOMA sekaligus membuat kontrak belajar. Kebersamaan dipererat melalui animasi, perkenalan peserta, dan santap malam yang diawali tujuh permenungan serta doa.

Malam harinya, sesi materi bersama Pak Tri Broto Nugroho berlangsung interaktif, diikuti permainan “Buta, Buntung, Bisu” yang menekankan kerja sama dan pengenalan tokoh Gereja. Kegiatan berlanjut di beberapa pos refleksi: meditasi dan sharing kehadiran Tuhan, penggalian makna nama pribadi, serta perencanaan aksi nyata untuk hari berikutnya. Suasana hening dan penuh makna menutup hari pertama lewat contempletorium yang dipimpin Kak Dimas dengan cahaya lilin, menghadirkan kesyahduan dan mengajak peserta masuk dalam doa dan permenungan mendalam.
Hari kedua kegiatan SOMA diawali dengan renungan menyambut fajar yang membawa suasana hening dan syukur, dilanjutkan dengan senam bersama untuk membangkitkan semangat serta mini games yang menambah keceriaan dan kebersamaan antar peserta. Setelah itu, peserta bersama panitia menikmati sarapan serta melakukan bersih-bersih lingkungan sebelum mengikuti perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo, Pr. Dalam homili dan rangkaian misa tersebut, peserta diajak untuk semakin mendalami makna pelayanan dan mempertegas komitmen hidup menggereja. Seusai misa, seluruh peserta diarahkan untuk menyusun rencana tindak lanjut yang akan menjadi acuan dalam pertemuan post-SOMA tahap pertama, sebagai wujud nyata kelanjutan pembinaan. Rangkaian kegiatan hari kedua kemudian diakhiri dengan makan siang bersama, sekaligus momen sayonara yang menandai berakhirnya kebersamaan dalam tahap ini dengan penuh sukacita dan harapan baru.
SOMA TAHAP 2
SOMA Tahap 2 yang diadakan di Gereja Juwangen pada 25 Mei 2025 mengangkat tema “Relasi dengan Diri Sendiri” dan diikuti 52 peserta remaja dari Paroki Maria Marganingsih Kalasan, diawali dengan registrasi, doa, animasi, serta beberapa permainan untuk membangun kebersamaan sebelum masuk ke sesi utama bersama Pak Cawu. Dalam sesi ini peserta diajak mengingat kembali materi tahap sebelumnya tentang relasi dengan Tuhan, lalu merefleksikan relasi dengan diri sendiri melalui latihan menggambar diri, merenungkan pandangan orang lain, menuliskan pengalaman emosi, mengenali pengaruh orang tua atau lingkungan, hingga memahami peran-peran yang dijalani dalam hidup.

Peserta diajak menerima penyesalan sebagai proses membuang hal buruk, mengenali peran yang membanggakan, dan menentukan tiga peran yang akan dimaksimalkan ke depan, yang kemudian ditutup dengan waktu hening untuk merumuskan langkah konkret agar lebih mengenal, mencintai, dan mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik, dilanjutkan doa, makan bersama, permainan peran “Kota Animator”, serta penyusunan rencana tindak lanjut per wilayah.
SOMA TAHAP 3
SOMA Tahap 3 Paroki Maria Marganingsih Kalasan dilaksanakan pada 29 Juni 2025 di SD Eksperimental Mangunan dengan tema “Relasi dengan Sesama” dan dihadiri oleh
35 remaja dari Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Kegiatan diawali dengan registrasi, salam dan doa pembuka, animasi, serta recalling, lalu berlanjut ke materi bersama Pak Cawu yang diawali latihan mengingat nama teman.

Peserta saling memperkenalkan diri, asal wilayah, dan lingkungan, kemudian dibagi dalam dua kelompok lingkaran besar untuk perkenalan unik: setiap orang menyerahkan benda kepada teman di sebelahnya sambil menyebut nama, mengucap tolong dan terima kasih, hingga orang terakhir menyebut semua nama di lingkaran.
Materi dilanjutkan dengan video tentang pentingnya bersosialisasi sebagai makhluk sosial. Setelah itu mereka beralih ke games, namun sebelum itu mereka diberikan penjelasan untuk mengupayakan bermain games dengan kompak dan penuh kerja sama supaya mereka memperoleh uang yang cukup untuk ditukarkan dengan makan siang, disertai easter egg bernilai nominal tambahan yang tersebar tersembunyi di beberapa titik.
Sesi ini mengajarkan pentingnya usaha sebelum memperoleh kebutuhan. Usai doa makan dan santap bersama, peserta berdiskusi per wilayah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL), diakhiri pengumuman apresiasi dan konsekuensi, animasi, doa penutup, dan sayonara.
SOMA TAHAP 4
SOMA Tahap 4 Paroki Maria Marganingsih Kalasan dilaksanakan pada 27 Juli 2025 di SD Eksperimental Mangunan dengan tema “Relasi dengan Alam Ciptaan”pengalaman setelah mengikuti kegiatan Soma, dimana peserta diajak untuk menyadari pentingnya mencintai diri sendiri, orang lain, dan juga alam. Dari pertemuan ke pertemuan, muncul banyak perubahan kecil dalam hidup, misalnya ada yang menjadi lebih berani berbicara di depan umum, ada yang mulai membiasakan doa bersama, atau mulai membantu pekerjaan rumah sederhana.

Saat praktik di lapangan, peserta menemukan persoalan nyata yaitu sampah, baik organik maupun anorganik, yang seringkali diabaikan dan justru menimbulkan polusi. Dari situ peserta diajak untuk berpikir kreatif mencari solusi, seperti mengolah daun menjadi pupuk kompos, mendaur ulang plastik menjadi kerajinan, atau memanfaatkan
sampah tertentu agar berguna kembali. Melalui langkah-langkah kecil dan sederhana inilah mereka belajar bahwa mencintai sesama juga berarti merawat lingkungan. Hal ini menjadi kesempatan untuk meneladani hidup sebagai animator yang peduli, menghadirkan perubahan nyata, dan mengajak orang lain ikut serta menjaga alam.
PERUTUSAN
Perutusan SOMA dilakukan dalam 2 tahap, yakni perutusan dan misa perutusan. Kegiatan perutusan yang pertama diadakan di Gereja St. Ignatius Temanggal pada tanggal 24 Agustus 2025. Kegiatan dimulai dengan registrasi, kemudian para peserta mengumpulkan karya hasil daur ulang yang sudah dibuat di SOMA tahap 4 dan dipajang di area depan gereja sebagai pameran hasil karya.

Dilanjutkan dengan pembukaan dan pengambilan video animasi theme song SOMA secara bersama-sama. Dalam perutusan kali ini, peserta juga melakukan perjalanan dan kunjungan untuk makan siang serta berdinamika bersama ke beberapa tempat seperti rumah umat, bruderan, dan susteran. Perjalanan ini dimaknai agar setelah peserta diutus, mereka dapat lebih membaur dengan umat lingkungannya dan siap melayani dalam kegiatan-kegiatan gereja.
Peserta mendapatkan materi serta pembekalan dari pak Cawu yang menekankan bahwa sebelum diutus, para peserta harus percaya diri dan berani bahwa mereka bisa melakukan tugas-tugas mereka. Peserta juga diminta untuk menuliskan komitmen mereka untuk perubahan diri yang lebih baik setelah diutus dari SOMA. Kemudian dilanjutkan dengan awarding pemberian pin kepada para
peserta yang sudah berhasil lulus sampai ke tahap perutusan dan pemberian apresiasi kepada beberapa peserta yang mendapatkan nominasi.

Pada tanggal 31 Agustus 2025, peserta SOMA mengikuti Misa Perutusan yang dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Misa ini merupakan tahap perutusan kedua, yaitu momen ketika seluruh peserta dan panitia secara resmi “diutus” kembali ke lingkungan dan wilayah masing-masing untuk melayani.
Dalam homilinya, Romo Dadang menekankan bahwa materi dan pengalaman yang diperoleh selama SOMA merupakan bekal yang sangat berharga, bukan sekedar teori, melainkan pedoman nyata yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Perutusan ini tidak berarti bahwa setelah SOMA semua selesai begitu saja, melainkan menjadi awal perjalanan baru di mana setiap peserta diharapkan mampu bergerak, menggerakkan orang lain, serta menjadi teladan yang baik.
Pelayanan tidak berhenti pada lingkup kegiatan internal, tetapi harus tampak nyata di lingkungan, di wilayah, di gereja, bahkan di tengah masyarakat. Romo Dadang juga mengingatkan agar para peserta tidak hanya bangga pernah ikut SOMA, tetapi justru membuktikannya dengan aksi nyata, keterlibatan aktif, serta sikap rendah hati. Melalui perutusan ini, setiap pribadi dimantapkan untuk terus menebarkan kebaikan, menghadirkan semangat pelayanan, dan menjadi inspirasi yang hidup bagi orang-orang di sekitarnya.
#Bidang Pewartaan Paroki Kalasan




