KOMSOS-GMMK. Pada pagi hari di hari Jumat, 3 April 2026, sebagian umat Kalasan kurang lebih berjumlah 200 orang telah berkumpul di basement calon gereja baru paroki Maria Marganingsih Kalasan. Mereka ingin mengikuti prosesi jalan salib yang dimulai pukul 7 pagi dan dipandu oleh tiga prodiakan yakni Gus Nanang, Bambang dan Clara.

Prosesi jalan salib diawali dengan doa pembukaan di basement, kemudian pada perhentian ke-2 dan ke-3 dilaksanakan di pelataran depan calon gereja baru, dilanjutkan di lokasi depan jalan menuju pastoran lama, menyeberang sungai yang membelah area calon gereja baru dan kompleks sementara SMP Kanisius Pancapana dan diakhiri di lokasi gereja sementara.

Hari tampak cerah. Cahaya matahari bersinar terang dan umat berjalan dari satu perhentian ke perhentian lain dalam suasana khitmat. Jalan Salib yang dilakukan umat pada Jumat Agung ini memiliki makna mendalam yakni sebagai bentuk perenungan atas penderitaan Yesus Kristus dalam perjalanan-Nya menuju penyaliban. Setiap perhentian menggambarkan tahap-tahap sengsara yang dilalui Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman hingga wafat di kayu salib. Melalui doa dan refleksi di setiap perhentian, umat diajak untuk menyadari besarnya kasih dan pengorbanan Yesus bagi keselamatan manusia, sekaligus merenungkan dosa-dosa pribadi yang turut menjadi bagian dari penderitaan tersebut.

Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr dan Romo FX Murdi Susanto, Pr tampak berada di tengah-tengah umat dan mengikuti jalannya prosesi jalan salib dengan khusuk.
Dengan mengikuti jejak penderitaan Kristus, umat Katolik Kalasan diajak untuk belajar memikul salib kehidupan sehari-hari dengan kesabaran, pengharapan, dan kasih. Perayaan ini bukan hanya mengenang peristiwa masa lalu, tetapi juga mengajak umat untuk menghidupi nilai-nilai pengorbanan dan kasih dalam kehidupan nyata, terutama dalam menghadapi tantangan dan penderitaan hidup.

Kurang lebih pukul 8 prosesi jalan salib berakhir. Umat kembali pulang dengan permenungan yang mendalam tentang kasih Yesus yang besar kepada umatNya lewat deritanya untuk menyelamatkan manusia. Di setiap langkah Via Dolorosa, kita belajar bahwa kasih sejati selalu berjalan bersama pengorbanan.
Berikut Link Dokumentasi Jalan Salib :
Dokumentasi Jalan Salib



