Perayaan Kamis Putih – Kita Melayani Karena Kita Semua Berasal dari Allah.

Perayaan Kamis Putih adalah perayaan untuk mengenang Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya sebelum sengsara-Nya. Pada peristiwa ini, Yesus menetapkan Sakramen Ekaristi sebagai tanda kasih-Nya yang kekal, sekaligus memberikan teladan pelayanan melalui tindakan membasuh kaki para murid. Kedua peristiwa ini menjadi pusat makna Kamis Putih yakni kasih yang memberi diri dan kerendahan hati dalam melayani sesama.

Perayaan Kamis Putih kedua di Gereja Maria Marganingsih Kalasan dilaksanakan pada pukul 20:00 dan dipimpin oleh Romo Vikep Yogyakarta Timur yakni Romo Adrianus Maradiyo, Pr. Mengawali korbahnya, Romo Maradiyo mengajukan sebuah pertanyaan ke umat yang hadir “Kira-kira apa yang mendasari tindakan Yesus yang rela membasuh kaki murid-muridnya?”

Yang mendasari Yesus mengasihi murid-muridnya dengan membasuh kaki mereka, sampai Ia rela menyerahkan tubuhnya untuk menjadi makanan dan darahnya untuk menjadi minuman adalah bahwa Yesus datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Yesus yang datang dari Allah memberikan teladan kepada murid-muridnya untuk saling melayani. Ia datang dari Allah maka semua pikiran, sikap dan tindakanNya adalah dari Allah sendiri.

Romo Maradiyo kemudian mengajak umat untuk menyadari bahwa kita semua juga berasal dari Allah.

“Apakah Anda menyadari pula bahwa pasangan dan anak anak Anda berasal dari Allah? Maka bisikan di telinga pasangan masing-masing “Anda berasal dari Allah,”ungkap Romo Maradiyo.

Ketika kita menyadari bahwa kita berasal dari Allah, tentu saja ada konsukensi. Kita semestinya berpikir, bertindak dan berperilaku Allah. Yesus mengasihi kita sepenuhnya karena Ia berasal dari Allah.

Bila Yesus berani melayani karena ia berasal dari Allah. Kita sebagai murid-muridNya pun mestinya melakukan hal yang sama. Semoga kita menyadari bahwa kita semua berasal dari Allah. Oleh karena itu pikiran, perilaku dan tindakan kita semestinya bersumber dari Allah.

Dalam perayaan liturgi di gereja Kalasan, suasana Kamis Putih terasa khidmat dan penuh makna. Romo membasuh kaki beberapa umat sebagai simbol bahwa setiap orang dipanggil untuk melayani, bukan untuk dilayani. Setelah itu, umat diajak merenungkan kehadiran Yesus dalam Ekaristi sebagai sumber kekuatan iman. Perayaan Kamis Putih diakhiri dengan penghormatan Sakramen Mahakudus dan umat bersujud menyembah. Perarakan sampai di ruang basement calon gereja baru yang juga dipenuhi umat.

Sakramen Mahakudus kemudian ditempatkan di tempat khusus untuk adorasi, dan umat Kalasan secara bergantian melakukan tuguran sambil berdoa bersama Yesus.

Berikut Link Dokumentasinya :
Dokumentasi Kamis Putih Pukul 20:00 WIB
Dokumentasi Tuguran

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *