Perayaan Minggu Palma – Yesus yang Setia sampai WafatNya

Minggu Palma dalam Gereja Katolik merupakan perayaan yang menandai awal dari Pekan Suci, yaitu masa yang sangat bermakna menjelang Paskah. Pada perayaan Minggu Palma, umat mengenang peristiwa ketika Yesus Kristus memasuki kota Yerusalem dan disambut dengan penuh sukacita oleh orang-orang Yahudi. Mereka melambaikan daun palma dan berseru “Hosana,” sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan akan kehadiran Yesus sebagai Raja. Suasana ini melambangkan kegembiraan dan harapan umat yang menyambut kedatangan Sang Juruselamat.

Perayaan Minggu Palma pada hari sabtu sore 28 Maret 2026 di Gereja Maria Marganingsih Kalasan dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Misa ini dihadiri oleh 631 umat dan diiringi oleh koor dari wilayah Petrus Damianus Kalasan Timur. Koor dengan penuh semangat menyanyikan lagu lagu khas Minggu Palma seperti Jerusalem lihatlah Rajamu, Terpujilah Kristus Tuhan, Bunyi Nafiri, Oh Yesus, dst. Sebagaimana dalam kisah Yesus yang disambut dengan meriah memasuki kota Jerusalem, umat pun mengangkat daun-daun palma yang mereka bawa sambil mengenang peristiwa agung itu. Selain itu, dibacakan pula kisah sengsara Yesus, yang membantu umat memasuki suasana Pekan Suci dengan hati yang lebih khidmat dan penuh penghayatan.

Dalam kotbahnya Romo Dadang mengingatkan tentang teladan kesederhanaan yang diperlihatkan oleh Yesus yang memasuki kota Jerusalem dengan menaiki seekor keledai, dan bukan seekor kuda.  Dalam kisah sengsara yang dibawakan dengan pasio, ada begitu banyak karakter yang bisa terlihat. Ada karakter yang mencoba mengkhianati Yesus, ada karakter yang mencoba lepas tanggungjawab, ada karakter yang ingin membela Yesus namun pada akhirnya juga berkhianat sebanyak 3 kali. Namun karakter yang paling utama adalah Yesus sendiri. Yesus yang sungguh rela menderita untuk menebus dosa manusia.

Di balik sukacita Minggu Palma, sejatinya peristiwa ini juga mengandung makna yang lebih mendalam. Peristiwa ini menandakan awal perjalanan penderitaan Yesus. Yesus  mengalami penolakan, penghinaan, siksaan, dan pada akhirnya wafat di kayu salib. Minggu Palma tidak hanya mengajak umat untuk turut merasakan kegembiraan, tetapi juga merenungkan kesetiaan dan pengorbanan Yesus bagi keselamatan manusia.

Minggu Palma mengajak  umat untuk merenungkan perjalanan iman mereka yakni apakah kita akan tetap setia mengikuti Yesus, tidak hanya dalam saat-saat penuh sukacita, tetapi juga dalam penderitaan dan tantangan hidup. Minggu Palma juga mengajarkan bahwa mengikuti Kristus berarti siap berjalan bersama-Nya dalam segala situasi, baik dalam kegembiraan maupun dalam penderitaan, dengan iman yang teguh dan harapan akan kebangkitan.

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *